JALAN Terbaik bagi sebuah bangsa untuk mencapai kemajuan adalah melalui pendidikan. Sudah terbuktikan bahwa pendidikan mampu mengentaskan orang dari lembah kemiskinan. Itulah yang membuat semua negara memberikan perhatian penuh kepada pendidikan bangsanya. . Laporan terbaru yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan mengungkapkan besarnya anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipergunakan secara tidak benar. Ratusan miliar rupiah anggaran untuk universitas-universitas di seluruh Indonesia berindikasi penuh dengan rekayasa. Terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin dalam pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku bahwa saat aktif di Partai Demokrat mengetahui adanya penggunaan anggaran pendidikan bukan untuk kepentingan pendidikan. Anggaran untuk pembangunan universitas-universitas negeri antara lain dipakai untuk membiayai pembuatan kalender partai politik.
Fakta itu menunjukkan bahwa kita tidak memiliki kepedulian kepada pembangunan bangsa ini. Keputusan kita untuk setiap tahun menyisihkan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bagi pendidikan, senyatanya tidak dipakai untuk meningkatkan kualitas bangsa ini. Korupsi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangatlah luar biasa. Hampir semua kegiatan berpotensi untuk terjadinya korupsi mulai dari pengadaan buku, pembangunan gedung, sampai penyediaan peralatan pendidikan. Akibat langsungnya bisa terlihat dari materi buku-buku pelajaran yang tidak berkualitas sampai ambruknya gedung sekolah. (Dim_dwi)







0 comments:
Post a Comment