.

Sunday, June 10, 2012

Pendidikan Bukan Sekedar Pengalihan Ilmu

MEMPERINGATI Hari Pendidikan Nasional, yang jatuh setiap tanggal 2 Mei 2006, Tamu menampilkan Bapak Prof.DR.Abdul Munir Mulkhan,SU seorang guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan saat ini sedang menjadi
Professor tamu di Institute of Defence and Strategic Studies (IDSS), Nanyang Technological University, di Singapura.
Wawancara dilakukan via email oleh redaksi bz! dengan pria kelahiran Jember, 13 November 1946 ini. Beliau telah menulis 45 buah judul buku. Diantaranya: Runtuhnya Mitos Politik Santri, Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, Moral Politik Santri, Makrifat Bunga Surga, The Power of Angel dan sejumlah artikel yang dimuat di media massa. Beliau juga memiliki blog pribadi di mulkhan.blogspot.com
Secara lugas, Professor yang konon tak bisa jauh-jauh dari rokok dan mengagumi tokoh pendidikan Kiai Ahmad Dahlan dan Poulo Freire ini mengungkapkan berbagai hal tentang pendidikan di Indonesia dan tentunya tentang dunia blog.
Berikut petikannya..
Bagaimana Bapak memandang potret dunia pendidikan (sistem, kurikulum, fasilitas/perangkat, dll) di Indonesia dewasa ini?
Pendidikan di Indonesia masih bersifat guru dan materi oriented, belum mendorong peserta didik untuk menguasai ilmu dan mengembangkannya. Memang sudah ada upaya untuk menempatkan kurikulum sebagai bahan mentah pendidikan, tapi ketidakmampuan guru dan pengelola pendidikan menjadikan kurikulum (materi ajar) sebagai bahan jadi yang tidak membuat peserta didik tumbuh menjadi kreatif dan mampu memecahkan persoalan yang mereka hadapi kecuali mengulang atau meniru apa yang pernah dipelajari dari guru mereka. Hal itu menjadi lebih buruk lagi ketika fasilitas dan perangkat pendidikan (lunak atau keras) sangat tidak mendukung bagi pengembangan daya kreatif peserta didik dan guru sendiri.

Dari pengalaman Bapak sejauh ini, apa tantangan terbesar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia di era globalisasi dunia sekarang?
Persoalan besar dalam dunia pendidikan di Indonesia ialah pemahaman terhadap pendidikan yang bukan sekedar pengalihan ilmu yang dikuasai guru dan pengelola pendidikan kepada peserta didik, tetapi sebagai instrumen pengembangan daya kreatif generasi baru yang akan menghadapi problemnya sendiri yang berbeda dengan problem yang dihadapi guru, orang tua dan pengelola pendidikan ketika mereka belajar dulu.

Apakah menurut Bapak, Kurikulum berbasis kompetensi yang diterapkan sekarang sudah cukup memadai baik pada peserta didik pada khususnya dan dunia pendidikan Indonesia pada umumnya?
Soalnya bukan pada apakah konsep ini baik atau bukan, tapi bagaimana konsep ini dipahami dan diterapkan dengan segala keterbatasan fasilitas yang tersedia. Guru dan materi ajar oriented merupakan persoalan besar yang membuat ide-ide hebat dalam pendidikan menjadi gagal berfungsi di negeri ini.

“Blog sang Professor” demikian sejumlah blogger menjuluki blog Prof.Abdul Munir Mulkhan ini yang sempat sedikit heboh di saat-saat pertama kemunculannya di dunia maya. Bukan apa-apa, blog ini menarik perhatian karena tampaknya inilah blog pertama di Indonesia yang langsung dimiliki dan diasuh oleh seorang profesor. Tentu ini sebuah fenomena menarik dan menggembirakan ditengah-tengah trend nge-blog yang sedang menjamur khususnya dikalangan muda Indonesia dewasa ini. Berikut pandangan beliau tentang blog.

Bagaimana Bapak memandang dan membandingkan antara sistem pendidikan di Singapore dengan Indonesia?
Mungkin paling menarik ialah bagaimana membuat peserta didik di Singapura memiliki tanggungjawab untuk belajar bagi kepentingan mereka sendiri. Tampak bahwa anak-anak memiliki tanggung jawab ini sehingga mereka seperti gila belajar dan mengembangkan kemampuannya sendiri yang didukung oleh fasilitas, didukung oleh kepustkaan yang tersebar bukan hanya di kampus tapi di masyarakat. Dan, lebih dari penting ialah keberanian pemerintah untuk menyediakan dana pendidikan yang memadai bagi masa depan negeri ini, sehingga guru tidak harus ngojek, guru besar tidak bisa meneliti dan menekuni tugasnya mengajar, bukan ngompreng.

Adakah hal-hal yang bisa diadaptasi dari sistem pendidikan yang ada di Singapura untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia?
Seperti jawaban saya sebelumnya, persoalan besar yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan di Indonesia ialah bagaimana pemerintah mengembangkan program sehingga bisa membuat peserta didik dan masyarakat menyadari bahwa belajar adalah tanggung jawab mereka sendiri, bukan tanggung jawab guru dan pendidik serta pemerintah.
Bagaimana pandangan Bapak mengenai blog dan apa motivasi yang mendorong Bapak membuat blog sendiri?
Blog merupakan satu media komunikasi dan curah ide yang sedang nge-trend di kalangan anak-anak muda terutama usia SMA ke atas. Blog merupoakan ruang bebas untuk mengemukakan pendapat apa pun itu. Saya kira sebagai media curah ide, blog punya nilai positif bagi pengembangan daya kreatif dan penumbuhan kepercayaan diri serta upaya saling belajar.

Adakah pengalaman menarik bagi Bapak setelah membuka blog sendiri?
Yaa, tiba-tiba saya sadar jika saya telah memasuki dunia maya yang amat luas yang tidak biasa dimasuki orang seusia saya, apalagi dengan status administrasi akademik guru besar. Walaupun bagi saya status guru besar itu tidak lebih dari soal administrasi akademik semata yang mudah diraih oleh siapa pun menjadi dosen di perguruan tinggi, bahkan di Indonesia bisa, maaf “dibeli”, kadang dengan jalan yang tidak bertanggung jawab. Jadi status guru besar bukanlah ukuran kualitas akademik atau moral bagi seseorang. Jadi saya juga heran mengapa ketika ada blog dari seorang guru besar lalu membuat para blogger heran???

Apa saran bapak untuk “memberdayakan” komunitas blog Indonesia (seperti Blogfam) dalam menghadapi tantangan global dewasa ini?
Mungkin penting bagi para blogger untuk selain sekedar wisata maya dan mian-main dengan ngeblog juga memanfaatkan media ini sebagai media tukar pengalaman, tukar ide, tukar kawruh (pengetahuan spiritual) mengenai dunia yang luas tanpa batas dari semua usia dan status sosial dan religius, sehingga para blogger bisa saling belajar dan saling tukar pengalaman bagaimana menyelesaikan persoalan masing-masing. (Dim-ardana)

1 comments:

  1. Hal yang tidak pernah terbayankan kini menjadi kenyataan dengan keluargaku,,,untuk MBAH SARTO kami ucapkan banyak terimakasih karna berkat bantuannya ALHAMDULILLAH keluarga kami bisa lepas dari hutang dan masalah,karna nomor “GHOIB”untuk pasangf togel,hasil ritual MBAH SARTO meman benar2 merubah nasib kami hanya sekejap,dan disitulah aku berkesempatan kumpulkan uang untuk buka usaha kembali,karna baik rumah sudah disita,,warung makan jg sudah bangkrut,,tapi itu semua aku masih tetap bertahan hidup dengan anak istriku,,walau cuma kontrak tapi aku tetap bersabar dan akhirnya MBAH SARTO lah yang bisa merubah nasib kami..MBAH SARTO orang paling bersejarah kepada keluarga saya…!!! Kepada teman2 yang di lilit hutang dan ingin merubah nasib baik dari pada sekaran HBG: 082=378=607=111 MBAH SARTO,dengan penuh harapan INSYAH ALLAH pasti tercapai.

    ReplyDelete

Dinamika News