Keadaan ini akhirnya mengundang kegelisahan jajaran DPRD Denpasar. Bahkan, untuk mendapat keterangan yang sebenarnya mengenai persoalan sampah, DPRD akhirnya melakukan rapat kerja dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar.
Rapat dengar pendapat tersebut diikuti semua unsure komisi dan fraksi yang ada di DPRD Denpasar. Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD A.A.Ngurah Gede Widiada didampingi A.A.Ngurah Wira Bima Wikrama dan dihadiri Kepala DKP I Ketut wisada bersama jajarannya, Jumat (30/3) lalu, mengemuka sejumlah pertanyaan mengenai penanganan sampah di kota berwawasan budaya ini.
Berdasarkan data yang diungkap Kepala DKP, setiap harinya Denpasar menghasilkan 2500 hingga 2700 meter kubik setiap harinya. Namun jika ada perayaan hari besar seperti Nyepi, Galuangan, serta hari besar lainnya, terjadi penambahan volume sampah sekitar 70-100 persen. Sementara jumlah armada yang dimiliki DKP sebanyak 32 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 25 yang bisa dioperasikan penuh karena sebelihnya sudah rusak.
‘’Saat Nyepi kendaraan rusak tambah banyak, sehingga banyak sampah yang tak terangkut,’’ kata Wisada.
Mendengar penjelasan itu, Ketua Komisi D I Wayan Sugiarta langsung mengutarakan pendapatnya. "Selama ini kalau kita tanya jawaban dari dinas pasti soal armada, ini sebetulnya jawaban yang klasik, seharusnya dinas punya program kerja," katanya. Apalagi kata dia pada hari-hari besar jumlah dan volume sampah naik hampir 100 persen.
"Kenapa ini tidak bisa ditanggulangi, hari raya kan siklus tahunan yang selalu datang, kenapa ini tidak diantisipasi, akibatnya sampah menumpuk sampai ke badan jalan, saya sendiri melihat langsung karena sampah ini saya sampai terjebak macet sampai 30 menit di jalan pulau kawe," ungkapnya yang diamini oleh Wayan Mariyana Wandira dan A.A.Susruta Ngurah Putra.
Menyikapi soal itu, Kepala DKP Denpasar Ketut Wisada mengakui kalau selama ini hanya mampu mengangkut setengah dari volume sampah yang ada. Keterbatasan armada kata dia menjadi penyebab utama. Armada yang bisa dipakai hanya 25 truk, karena itu pihaknya harus kerja lembur hingga enam sampai tujuh trip untuk mengangkut sampah. Untuk itulah pihaknya meminta tambahan 60 armada lagi yang total dengan yang ada menjadi 90 unit. Jika hal itu tidak terpenuhi maka tumpukan sampah semakin meluber di Denpasar.
"Bila sudah ada armada 90 unit, pengangkutan sampah ke TPA bisa dilakukan hanya dengan dua kali pengangkutan untuk satu armada. Ini jumlah ideal untuk penanganan sampah di Denpasar,’’ sebutnya.
Menanggapi soal itu pimpinan sidang, Wakil Ketua DPRD Denpasar AAN Gede Widiada, mengatakan semua aspirasi akan ditampung untuk dijadikan modal pembahasan.
"Saya ucapkan terimakasih kepada semunya, semoga pertemuan hari ini membawakan hasil,” katanya didampingi wakil ketua DPRD Denpasar AA Ngurah Bima Wikrama. (Dim_Ara)






0 comments:
Post a Comment