DINAMIKA -- Di tengah kegairahan masyarakat Kota Denpasar untuk berolah raga jenis jalan santai, memicu munculnya jalur atau lintasan untuk jogging. Selain di lapangan umum sudah dibuat jalur jogging, kini di sejumlah tempat yang dikelola oleh desa pakraman atau pihak swasta. Misalnya saja, di Desa Budaya Kertalangu. Di beberapa tempat lain juga muncul fenomena yang sama. Tidak terkecuali di Desa Peguyangan Kangin, tepatnya di subak Lungatad.
Hanya saja, pembangunan jogging track di Peguyangan Kangin, kini masih mentok. Panjangnya hanya 350 meter. Karena itu, anggota DPRD Kota Denpasar mengharapkan adanya kelanjutan pembangunan jogging track dimaksud, Apalagi, keinginan Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Kota Denpasar akan melanjutkan pembangunan jogging track yang berlokasi di kawasan Subak Lungatad, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara. Bahkan, DTRP sudah berancang-ancang untuk mengajukan angaran dalam APBD perubahan nanti.
Jika memang sudah ada usulan dari DTRP, pihak Dewan bertekad hendak mengawal usulan itu agar jogging track yang saat ini baru terpasangi paving sepanjang 350 meter itu dapat dilanjutkan. "Sebagai Dewan, kami sangat mengharapkan jogging track itu dapat segera dilanjutkan," ujar salah seorang anggota Dewan, Drs. Ketut Nuada, Selasa (3/4) lalu.
Bagi Nuada, keberadaan jogging track sangat diperlukan selain sebagai fasilitas bagi warga sekitar untuk melakukan olah raga ringan, juga terpeting dapat memperlancar para petani mengangkut hasil pertaniannya hingga di jalan utama. Dengan demkikian, dapat membantu kelancaran pertani memasarkan hasil pertanian khususnya petani Subak Lungatad. Hal ini juga dapat memperkuat eksistensi pertanian di wilayah ini dalam mewujudkan ekowisata atau agrowisata di Kota Denpasar. "Dengan terwujudnya jogging track ini geliat pertnian di Peguyangan Kangin akan lebih bergairah," tandas anggota komisi D DPRD Kota Denpasar ini.
Kepala Desa Peuyangan Kangin, A.A Made Sukarata, mengakui, jalur jogging track tersebut sebenarnya jalan subak yang sering dilintasi para petani di subak Lungatad menuju ke areal sawah masing-masing. Selain baik untuk olahraga jalan santai dengan dukungan udara yang masih segar, masyarakat yang melintas di kawasan ini juga disuguhi hamparan persawahan yang sangat luas yang masih terjaga keasriannya. "Kebetulan di sebelah timur drainase merupakan kawasan jalur hijau. Jadi sepanjang jalur jogging track ini warga bisa melihat persawahan yang cukup luas," katanya.
Jika proses paving sudah rampung, rute yang ditempuh pejalan kaki bisa mencapai sekitar empat kilometer. Hanya saja saat ini proses pemasangan paving untuk sementara dihentikan. Kelanjutan proyek tersebut masih menunggu kepastian dari DTRP Kota Denpasar. "Kalau informasi yang saya terima sih katanya selanjutnya ditangani DTRP Kota Denpasar. tapi saya juga tidak tahu persis bagaimana kelanjutannya. Kami dan warga berharap jogging track ini bisa segera diselesaikan," katanya.
Sementara itu, Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Kota Denpasar sendiri saat ini juga mengaku belum tahu persis bagaimana sistem pembiayaan berikutnya. Meski demikian, Kepala DTRP Kota Denpasar, Ir. Made Kusuma Diputra, MT., mengatakan akan terus mengajukan dana kelanjutan jogging track itu dalam anggaran perubahan. "Kalau di induk kan tidak bisa, makanya nanti kami akan ajukan di anggaran perubahan, mudah-mudahan terealisasi," jelasnya.
Menyinggung keberadaan proyek jogging track itu, Kusuma Diputra mengaku sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai penyerahan itu. Kami akan tetap koordinasi dengan propinsi," terangnya. Begitu pun saat ditanya kapan target selesai proyek tersebut, Kusuma Diputra tidak bisa memastikannya. "Yang jelas kami akan ajukan dananya secara bertahap," terangnya seraya menambahkan, provinsi memberikan bantuan material untuk pavingisasi jogging track Subak Lungatad, sedangkan DTRP Kota Denpasar memberikan sumbangan tenaga. (Dim_Ara)






0 comments:
Post a Comment